Jumat, 10 Oktober 2008


Fast Fashion, Era Baru Industri Mode
BERITA - mightylesthi.wordpress.com - Belakangan ini, fashion menjadi salah satu gaya hidup yang semakin akrab di telinga. Peragaan busana pun kian menjadi agenda tetap para fashionista. Mereka tentu tidak ingin di cap ketinggalan gaya, buta mode. Untuk itu, mereka jarang absen dari pergelaran mode yang dihelat desainer, butik, maupun mal. Kalau bisa, kursi di barisan depan menjadi milik mereka, agar bisa puas melalap busana koleksi anyar sang desainer. Tidak puas dengan perancang lokal, mode negeri tetangga pun disantap, dinilai, diadaptasi, dan dipakai.Akibatnya, tren mode bergulir cepat. Fashion Eropa menjadi tolak ukur utama yang kemudian disesuaikan dengan kebudayaan negara masing-masing. Di Asia, dua mogul mode, Jepang dan Hong Kong pun mencoba menarik perhatian. Membuka pintu lebar-lebar, agar industri modenya terus berkembang luas, hingga ke pelosok dunia.Lalu bagaimana konsumen beradaptasi dengan semua perubahan yang terjadi? Color & Image Consultant Irma Hadisurya membagi ilmunya. Dalam sebuah talkshow yang

de luc - handmade luxury

May 7, 2008 on 4:27 pm | In PROMO - Brand, PROMO - Event & Promo | No Comments

Sesuai dengan tagline-nya, handmade luxury. Dari semua produk de luc, memang sangat terlihat sekali semua ketelitian dan detail sentuhan handmade-nya. Semuanya dibuat dengan hati - hati dan dengan kualitas pengerjaan yang cukup tinggi.

Di samping itu, produk - produk yang ditawarkan juga sangat beragam. Mulai dari penjepit rambut, brooch, tas rajut, hingga aksesoris, semuanya ada. Berbagai style juga diusung, mulai dari yang feminine, tribal, hingga yang simple.

Berusaha untuk memenuhi permintaan berbagai jenis pelanggan, de luc menyediakan beragam pilihan dengan beragam range harga yang sangat terjangkau. Setiap produk juga tersedia terbatas, sehingga kecil kemungkinan anda akan menemukan kembaran di tempat lain :). Menyenangkan bukan?

Produk - produk de luc ini khusus hanya tersedia dan dijual di Simplight.NET. Karena koleksinya terbatas, jangan tunggu2 lagi. Segera order sebelum kehabisan. :)

KLIK DI SINI untuk melihat koleksi de luc…

My handmade jeweleries, It’s the music that I wear.

March 28, 2008 on 7:33 am | In PROMO - Brand | No Comments

Bukan hanya sebuah album baru yang dihasilkan oleh Imela Kuswantina dari Ten2Five, tetapi juga koleksi perhiasan terbarunya yang dijual secara ekslusif hanya di Simplight.NET.

Bagi anda yang sudah menjadi penggemar koleksi perhiasan buatan Imela ini, pasti sudah memiliki gambaran akan koleksi dan style yang diusung Imela. Sesuatu yang simple, namun tetap elegant dan manis. Atau sesuatu yang unik, bold, dan ethnic. Ya, anda betul. Sentuhan karakter Imela memang akan selalu ditemukan di setiap produk yang dibuatnya.

Namun apa yang berbeda di koleksi kali ini adalah pilihan warna palet yang dijadikan kunci utama oleh Imela. Ada banyak warna - warni dan beberapa jenis material yang tidak pernah kita temukan di koleksi - koleksi sebelumnya. Dan itu sangat menarik, karena seperti perubahan pada musiknya, itu menunjukkan bahwa Imela melakukan eksplorasi dan terus berkembang dengan karya - karyanya. Jadi meskipun nafasnya sama, namun tetap ada perubahan dan detail yang berbeda.

Yang paling menyenangkan saat membeli karya desainer atau personal seperti ini adalah, kita mendapatkan sentuhan karakter si pembuat. Di sisi lain, produk tersebut terbatas sehingga membuat nilai keunikannya begitu tinggi. Selain itu tentunya adalah fleksibilitas setiap produk untuk dapat dikenakan bersama denga produk - produk dari koleksi sebelumnya.

Coba saja lihat, koleksi gelang atau anting pun kalung yang ada saat ini, dapat anda padu padankan dengan item dari koleksi - koleksi sebelumnya. Dan itu memperkaya pilihan anda dalam melakukan mix and match, yang menurut kami berarti: lots of fun!!

KLIK DI SINI untuk melihat koleksi terbaru ImelaK.

itsy bead’sy

March 28, 2008 on 7:21 am | In PROMO - Brand | No Comments

Itsy Beadsy

Pertama kali kami mendengar nama brand-nya, pendapat kami adalah: Lucu! Saya yakin hampir semua orang familiar dengan line sebuah lagu.. “itsy bitsy tiny winy..” dan tentunya itu akan membantu kita mengingat nama brand ini dengan lebih cepat ya. :)

Sesuai namanya, kebanyakan produknya menggunakan beads dari berbagai macam bentuk, warna, dan material. Semuanya handmade dan dibuat secara terbatas. Juga dijual secara eksklusif hanya di Simplight.NET. Ya ya, kami sudah dapat mendengar beberapa dari anda tertawa riang, karena itu berarti limited edition yang kecil kemungkinannya untuk bertemu dengan kembaran saat jalan - jalan di mall. Kami mengerti, di dunia yang serba murah dan mass production ini, mendapatkan produk bagus dengan harga bagus dan edisi terbatas hampir bisa dikatakan langka kan?

Apabila anda melihat koleksi mereka yang ada sekarang, anda mungkin akan mengira style yang diusung brand ini adalah ethnic. Namun jangan terkecoh. Terus kunjungi situs kami untuk melihat penambahan koleksi lainnya. Brand ini mengusung banyak jenis style, termasuk yang feminine dan manis atau elegant. Yakinlah anda akan mendapatkan apa yang anda cari selama ini.

Sneak Previewnya sudah bisa anda lihat sekarang. Silahkan KLIK DI SINI untuk melihat koleksi mereka.

What is art to you?

February 28, 2008 on 10:56 pm | In PROMO - Brand, FASHION - Our Picks, FASHION - Product Review | No Comments

Sejujurnya, sewaktu pertama kali kami melihat koleksi terbaru dari salah satu supplier brand yang ada di Simplight, Ana Accessories, kami sempat tercenung sejenak. Sebelumnya kami memang telah diberitahu, “Kali ini designnya akan out of the box lho, mau buat yang tidak biasa..”, kata si desainer. Tapi kami memang tidak menyangka desainnya akan betul - betul di luar perkiraan kami.

Coba saja lihat pendant kupu - kupu di kalung Butterfly Verga, tidak biasa bukan? Baik penempatan, posisi dan pemilihan kombinasi warna, dan lainnya, betul - betul kental dengan jiwa art. Modern art lebih tepatnya.

Lihat juga kalung Mirania yang menggunakan peniti besar sebagai tatanan dan kerangka awalnya. Sekali lagi, tidak biasa dan berseni. Pilihan kombinasi warnanya tidak biasa, dan pemilihan bahannya juga tidak biasa.

Koleksi - koleksi ini memang bukanlah koleksi yang bisa dipakai oleh wanita biasa. Hanya mereka yang memiliki jiwa seni tinggi dan keberanian serta kepercayaan diri untuk mengekspresikan dirinya dalam fashion, yang mampu mengenakannya.

Koleksi ini mempertanyakan kepada setiap orang yang melihatnya, “what is art to you?” dan bagaimanakah anda mengintepretasikan art tersebut dalam fashion anda?

Oh tentu, fashion bukan hanya gaya berpakaian, tapi fashion secara total. Salah satunya termasuk gantungan yang biasa dikenakan di tas anda atau biasa disebut bag charm.

Coba saja lihat salah satu bag charm yang ada di koleksi terbaru ini, baik Erdon, Erena, atau Animania, ataupun lainnya.

Maka kami yakin anda sudah bisa melihat bagaimana Ana Accessories mengintepretasikan modern art dalam koleksi mereka.

Jadi, what is art to you?

Girlie Girl Collection

February 3, 2008 on 4:59 pm | In PROMO - Brand, PROMO - Event & Promo, FASHION - Product Review | No Comments

Akhirnya, koleksi Girlie Girl ini diluncurkan juga. Meskipun sudah bersemangat dengan koleksi ini jauh sebelum diluncurkan, kami tetap was - was dan mempersiapkan semua desain dan pengerjaannya sebaik mungkin.

Ternyata mengerjakan desain untuk remaja dan anak - anak, jauh lebih menantang. Pertama kami harus memikirkan material yang ringan dan tidak memberatkan saat dikenakan. Kedua kami harus memikirkan bagaimana agar perawatannya mudah dan tidak rumit dalam pemakaiannya. Ketiga kami harus memastikan agar material dan hasil produk akhir adalah aman untuk remaja dan anak - anak. Dan keempat, kami harus memastikan agar desainnya dapat dikenakan juga oleh orang dewasa.

Tunggu sebentar, orang dewasa? Ya, anda tidak salah baca. Orang dewasa.

Girlie Girl memang lebih ditujukan untuk remaja dan anak - anak perempuan, karenanya desainnya betul - betul feminine dan penuh dengan warna dunia impian. Namun kami yakin, andapun pasti masih mengingat, betapa menyenangkannya mengenakan gelang yang sama dengan ibu, betapa senangnya punya gelang kembar dengan kakak dan adik, dan serunya punya gelang bersama sahabat tercinta.

Dapat dikatakan, itu adalah salah satu impian dari setiap anak dan remaja perempuan. Coba saja, siapa dari anda yang tidak pernah punya atau tidak pernah terpikir untuk memiliki perhiasan yang sama baik dengan ibu, kakak, saudara, ataupun sahabat?

Karenanya, meskipun di desain lebih untuk anak - anak dan remaja, kami berusaha agar desain - desain tersebut tetap manis dan cantik tanpa terlihat terlalu kekanak - kanakan apabila anda kenakan, dimana itu adalah tantangan tersendiri untuk kami.

Girlie Girl juga merupakan perwujudan dari impian kami untuk gadis - gadis kami tercinta :). Sebagian dari kami dan customer loyal kami kini telah menikah, memiliki putri - putri kecil, dan menjadi ibu yang penuh cinta dan penuh semangat! Kami pun ingin membagi kebahagiaan dan merayakannya dengan mereka yang kami kasihi, hingga kebahagiaan itu terasa dua kali lipat indahnya.

Terasa pas sekali apabila koleksi ini kami luncurkan di hari Valentine ini :). Meskipun jumlah koleksinya masih sedikit, namun kami harap kebahagiaan dan kenangan yang didapat tidaklah sedikit.

Happy Valentine’s Day. :)

PS: Hadiah Valentine pertama saya justru saya terima dari ayah saya. Sebuah kalung mutiara berwarna pink dengan pendant mahkota di tengah - tengahnya. :)

allerina’s Tutu

July 11, 2007 on 7:01 pm | In FASHION - Hot Trends, FASHION - Cheat N Tips | Comments Off

00310mRasanya hampir setiap wanita pernah bermimpi untuk mengenakan pakaian mengembang bak putri raja ataupun menari bak ballerina dengan tutu-nya yang menyerupai pakaian putri – putri raja. Kesan romantis, feminine, dan elegant yang dimiliki oleh tutu bagaikan kisah turun temurun bagi para anak perempuan, gadis – gadis, dan wanita.

Itu juga yang ditangkap dan ingin dituangkan oleh para desainer dunia yang mengangkat tutu sebagai salah satu inspirasi desainnya. Sebutlah Valentino, Badgley Mischka, dan Zac Posen yang mengangkat tema tutu sebagai bagian dari koleksi Spring Summer 2007 nya. Semangat romantisme musim semi dan kenyamanan mengenakan sesuatu yang mengembang ringan setelah beberapa bulan mengenakan segala yg berat seperti jaket dan pakaian tebal di musim dingin, menjadikan tutu sebagai pilihan yg tepat.

Sebetulnya kebanyakan kain yang digunakan adalah tulle. Baik tulle biasa, maupun tulle stretchable. Tentu saja berbagai jenis kain berstruktur net lainnya pun termasuk. Namun anda pasti bertanya – tanya, lantas mengapa disebut tutu? Continue reading Ballerina’s Tutu…

Graphic Motives

July 11, 2007 on 7:00 pm | In FASHION - Hot Trends, FASHION - Cheat N Tips | No Comments

00110mApabila graphic motives biasanya dihubungkan dengan retro style, maka kali ini sedikit berbeda. Graphic motives yang sedang in justru lebih banyak sentuhan abstrak pada gambar besarnya dan berasal dari motif – motif ethnic dengan pola tabrak dan warna yang meskipun meriah, tapi saling berkesinambungan. Pola – pola graphic termasuk pola ethnic, pola vintage, pola plain, dan sejenisnya.

Berbicara tentang graphic motives berarti berbicara tentang art, berbicara tentang abstrak, berbicara tentang keteraturan dalam ketidakteraturan, berbicara tentang chaos, dan pastinya berbicara tentang ekspresi diri. Tidak semua orang bisa mengekspresikan dirinya, dan tidak semua berani mengekspresikannya. Tidak semuanya bisa mengekspresikan diri dengan cara yang sama. Graphic motives merupakan salah satu sarana pengekspresian diri yang paling sempurna.

Ada jalan cerita, ada tebaran inspirasi, ada kebudayaan, ada kisah hidup, dan ada selera di sana. Continue reading Graphic Motives…

One Shoulder Off

July 11, 2007 on 6:56 pm | In FASHION - Hot Trends, FASHION - Cheat N Tips | Comments Off

00510mTrend ini hampir selalu berulang setiap tahunnya, dan hampir tidak ada perubahan yang berarti dalam pemakaian dan aplikasinya kecuali bahwa sekarang ini trend yang berlaku adalah termasuk pengaplikasian one shoulder off pada pakaian pesta. Tentu bukan sekedar pakaian pesta biasa, tapi pakaian pesta yang bahkan sangat feminine sekalipun.

One shoulder off pada dasarnya memberikan siluet tubuh yang lebih ramping, hal ini dikarenakan one shoulder off biasanya membuat tampilan bahu menjadi lebar. Dengan tampilan visual bahu yg lebih melebar, maka bagian tubuh di bawah bahu seperti perut, dada, pinggul, akan terlihat lebih kecil. Disamping itu, one shoulder off juga menampilkan tulang iga dan bagian leher, sehingga memberikan kesan kurus dan sexy.

One shoulder off cocok dikenakan hampir semua jenis dan bentuk tubuh, kecuali bagi mereka yang sangat kurus, karena akan terlihat seperti mengindap anorexia. Style ini justru sangat disarankan bagi mereka yang bertubuh gemuk. Efeknya akan sama seperti sabrina neckline. Selamat mencoba! (VC/UH/FRJKT)

Fashion Untuk Tubuh Gemuk

July 11, 2007 on 10:11 am | In FASHION - Fashion Foolproof, FASHION - Cheat N Tips | Comments Off

Profile
Name: Claudia
Age: 25
City: Jakarta
Weight: 89kg
Heingh: 160cm

Question
Halo Simplight, aku Claudia, lihat website Simplight di Kompas. Bisa minta Q&A untuk fashion kan ya? Aku mau tanya, badanku kan gemuk, dan tidak terlalu tinggi, aku bingung pakaian seperti apa yang cocok dengan bentuk tubuhku. Tolong ya Simp! Tapi ga pake saran untuk ngurusin badan ya. Kalo itu sih, semua orang juga tau. Semua Q&A yang aku tanya juga pasti jawabnya begitu. Thx banget yaaa…!!!! Continue reading Fashion Untuk Tubuh Gemuk…

The Boss - Work Wear Series

February 10, 2007 on 2:29 pm | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

boss
Apa yang membedakan para pemimpin dengan karyawannya? Kekuasaannya. Kekuatannya. Continue reading The Boss - Work Wear Series…

Short Pants - Work Wear Series

February 8, 2007 on 10:09 am | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

shorts
Sebuah trend yang cukup mendobrak dan telah bertahan sejak musim kemarin adalah short pants. Apabila selama ini short pants dikategorikan sebagai casual wear dan hanya dikenakan untuk daily wear ataupun beach wear, maka kini short pants telah menjadi sesuatu yang formal dan sangat layak untuk anda kenakan sebagai pakaian kerja anda. Continue reading Short Pants - Work Wear Series…

Pants - Work Wear Series

February 7, 2007 on 3:04 pm | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

pants
Celana panjang sudah menjadi pilihan banyak wanita sebagai andalan untuk pakaian kerja mereka. Tapi tentu celana panjang tidaklah sekedar celana yang panjang. Ada banyak model yang bisa diaplikasikan pada sebuah celana panjang. Dan trend untuk Spring Summer 07 ini masih berkisar pada celana panjang dengan potongan basic dan fitted. Continue reading Pants - Work Wear Series…

Skirt - Work Wear Series

February 6, 2007 on 1:59 pm | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

skirtKami yakin 80% dari anda sudah cukup bosan dengan rok sebagai pakaian kerja. Selain tidak leluasa untuk bergerak, rok kerja juga sedikit sekali mengalami perubahan atau perubahan variasi. Namun kali ini, ada beberpa trend yang bisa anda aplikasikan sebagai alternatif rok kerja sekaligus sebagai alternatif untuk mengurangi kebosanan anda. Continue reading Skirt - Work Wear Series…

Dress - Workwear Series

February 5, 2007 on 7:06 pm | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

dress
Yang paling fashionable dan menjadi trend untuk pakaian kerja Spring – Summer 07 tentunya adalah dress. Bukan sembarang dress, melainkan one piece dress yang memiliki kekuatan feminin dengan pilihan warna dan motif yang kuat, sekaligus maskulin dengan detail yang tidak terlalu banyak. Tentu saja dress bunga – bunga dan frilly atau berdetail lacey anda tidak termasuk dalam kategori yang satu ini. Continue reading Dress - Workwear Series…

Baloon & Pump Sleeves

February 4, 2007 on 6:55 pm | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

Bal

Apa bedanya baloon style dengan pump style? Pertanyaan itu tentu jadi yg pertama terlintas di kepala anda saat melihat judul artikel trend ini. Jawabannya adalah hampir sama. Bedanya terletak pada volumenya. Pump hanya bervolume sedikit, sedangkan baloon bervolume banyak atau sangat bervolume.

Disebut sebagai baloon skirt, karena yang menjadi trend adalah volume di bagian bawah. Pada pengaplikasiannya dapat digunakan pada bagian bawah dress, tunic, dan tentunya celana. Ciri – cirinya seperti yang terlihat pada gambar, yaitu di bagian bawahnya biasanya agak mengecil dan berkerut, sehingga volume yg diciptakan menjadi besar.

Sebetulnya baloon style ini dapat diterapkan pada blouse dan bagian sleeves juga. Namun biasanya untuk bagian sleeves lebih banyak digunakan pump dan bukan baloon style. Ini dikarenakan di bagian tangan, area yang dapat digunakan untuk menciptakan kerutan dan volume sangat sedikit. Sehingga meskipun volume dapat diciptakan, tetapi tidak sebesar atau menggembung sebagaimana yang dapat diciptakan pada di bagian bawah rok. Sedangkan untuk di bagian bawah blouse, well..memang hanya bukan trend saat ini saja.

Sebagaimana yang kita lihat, baloon skirt dan pump sleeves menambahkan volume. Tapi meski keduanya menambahkan volume, ada perbedaan dalam pemakaian keduanya. Baloon skirt, terus terang saja, memang hanya berpihak pada mereka yang bertubuh ramping. Bagi yang bertubuh tidak ramping, jangan mencoba trend ini karena anda akan terlihat membengkak. Dan bagi anda yang meskipun ramping tetapi merasa tidak pede mengenakannya, lebih baik tidak mengenakannya, karena tidak ada yang lebih mengganggu pemandangan lebih daripada seseorang yang mengenakan pakaian tertentu tetapi tidak terlihat nyaman sama sekali. Jadi, khusus untuk yang ramping dan percaya diri.

Untuk trend yang satu ini, saya yakin andapun pasti jarang melihatnya diangkat sebagai topik untuk make over, karena memang hampir tidak ada trik yang bisa dilakukan. Tidak bisa dipungkiri, memang ada trend – trend tertentu yang hanya bisa dikenakan oleh sebagian bentuk tubuh yang juga tertentu. Tapi toh anda tidak perlu selalu menjadi korban trend dan memaksakan diri mengenakan trend yang tidak cocok untuk tubuh anda. Mengenali bentuk tubuh anda dan mengetahui trend dan style apa yang bisa anda ikuti juga merupakan sebuah pedoman utama untuk tampil sempurna.

Sekarang kita berpindah pada trend pump sleeves. Yang ini dapat dikenakan oleh siapa saja, dengan bentuk tubuh seperti apapun. Pump sleeves memberikan efek yang hampir sama seperti butterfly sleeves. Memberikat bobot kekuatan dan kesan kemewahan, meski apabila pada butterfly sleeves, kesan yg ditimbulkan adalah anggun, dan pada pump sleeves kesan yang ditimbulkan adalah dinamis.

Pump sleeves yang paling baik, panjangnya hanya sampai siku. Kemudian pump sleeves berukuran kecil, panjangnya sampai di atas lengan bagian atas. Sedangkan untuk pump sleeves hingga pergelangan tangan, sebaiknya gunakan bahan sheer dan ringan untuk mengurangi kesan volume yang berlebihan.

Trend pump sleeves ini paling baik diaplikasikan pada bahan ringan seperti chiffon, satin, tulle, crepe, georgette, raw cotton. Sedangkan untuk bahan kaos seperti cvc, spandex dan lycra, biasanya akan terlalu jatuh sehingga efek pump nya semakin tidak terlihat. Jadi, anda siap mencoba trend ini?

hopping Day

August 10, 2007 on 7:58 am | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

s.day
Jadi, anda memutuskan untuk memberlakukan shopping day sebagai jadwal hari ini. Entah untuk berbelanja pakaian bersama sahabat anda, berbelanja sepatu untuk kebutuhan olahraga anda, atau berbelanja bahan makanan dan lainnya di supermarket terdekat, apapun itu yang pasti anda akan disibukkan dengan tentengan kantong belanjaan pada akhir sesi belanja tersebut. Karenanya, anda akan membutuhkan pakaian yang simple, nyaman, dan pastinya tetap fashionable. Continue reading Shopping Day…

Meet The Parents

August 10, 2007 on 7:47 am | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

mtp
Ya ya, tidak boleh terlalu sexy, tidak boleh terlihat berantakan, tidak boleh terlihat terlalu tua, tidak boleh terlalu mencolok, tidak boleh terlalu tertata, tidak boleh terlihat gemuk, ….dan terus berlanjut listnya. Kemudian harus terlihat feminin, harus terlihat manis, harus terlihat dewasa, harus terlihat ramping, harus terlihat berkelas, harus terlihat berpendidikan, harus terlihat agak formal, harus terlihat…sekali lagi list nya berlanjut. Continue reading Meet The Parents…

Fashion Trip

August 10, 2007 on 5:33 am | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

f.trip
Anda berkesempatan mengunjungi Paris Fashion Week? Atau sedang dalam perjalan untuk menghadiri Londok Fashion Week dan bergabung bersama para fashionista dunia? Atau bisa juga saat mood anda sedang ingin berbelanja dan anda memutuskan untuk melakukan fashion shopping trip? Continue reading Fashion Trip…

Business Trip

August 8, 2007 on 9:56 am | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

b.trip
Perjalanan udara berjam – jam yang melelahkan, sementara anda harus tetap terlihat sempurna saat turun dari pesawat, entah karena para dewan direksi yang akan menyambut anda di landasan pesawat pribadi anda, maupun karena jadwal anda yang sangat padat sehingga sesampainya anda di bandara tujuan, anda harus langsung menemui partner bisnis anda. Continue reading Business Trip…

Cocktail Party

August 7, 2007 on 4:57 am | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

c.party
Mungkin ini cocktail party pertama anda, mungkin juga ini cocktail party pertama anda bersama keluarga si dia, atau ini garden party di rumah pertama sahabat anda, atau mungkin acara high tea anda bersama kerabat dekat. Apapun itu, acara ini bentuknya tidak terlalu formal, tetapi juga bukan acara casual. Continue reading Cocktail Party…

Around The City

August 6, 2007 on 12:40 pm | In FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Style Showcase | No Comments

City
Berjalan – jalan mencari buku, menghampiri cafe terdekat dan duduk – duduk sambil melihat orang lalu lalang, berjalan – jalan di pinggir pantai, atau di sepanjang jalan dengan pepohonan menjulang, atau sekedar makan spaghetti di pinggir jalan. Untuk semua acara tersebut, untuk semua acara anda berkeliling kota, style ini dapat dijadikan acuan bagi pilihan pakaian anda. Continue reading Around The City…

Kebaya Pengantin Muslim

July 24, 2007 on 8:57 am | In FASHION - Fashion Foolproof, FASHION - Cheat N Tips | No Comments

PERTANYAAN:

Dear fashion consultant,

nama saya Puji Nurlatifah, usia 24 tahun, TB : 155 Cm, BB : 58 Kg, sebentar lagi saya mau married, tapi saya ingin memakaikebaya muslim ( pengantin dengan pakaian kebaya dan jilbab/ kerudung ), tapi saya bingung, masalahnya saya pendek dan perutsaya gendut, dan saya tidak mau terlihat bulat jika memakai kebaya yang berkerudung, karena wajah saya bulat dan mata sayasipit.

Kulit saya sawo matang, yang mau saya tanyakan, model kerudung/kebaya muslim seperti apa yang harus saya pakai nanti danwarna apa yang cocok buat saya. Terimakasih sebelumnya. Continue reading Kebaya Pengantin Muslim…

Lily Allen, New Age Fashion

July 11, 2007 on 7:22 pm | In FASHION - Star Style, FASHION - The Icon, FASHION - Cheat N Tips | No Comments

Siapa yang tidak kenal Lily Allen? Sekarang ini di UK , nama Lily Allen sangatlah terkenal. Dengan musik yang unik dan selera berpakaian yang super fun, Lily Allen disebut - sebut sebagai New Age Fashion Icon! Continue reading Lily Allen, New Age Fashion…

Memilih Pakaian Kerja

July 11, 2007 on 7:18 pm | In FASHION - Fashion Foolproof, FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Fashion Talks | No Comments

Pernah merasakan karyawan atau rekan kerja anda tidak menghormati anda? Atau mungkin sebagian dari mereka tidak yakin dengan keputusan anda? Atau mungkin client anda yang tidak menghormati dan berlaku kurang sopan kepada anda? Mungkin sebagian besar dikarenakan cara anda bersikap atau mengambil keputusan. Tapi pernahkah terpikir oleh anda, mungkin sebagian lagi adalah karena pilihan pakaian yang anda kenakan? Continue reading Memilih Pakaian Kerja…

Animal Print

July 11, 2007 on 7:02 pm | In FASHION - Hot Trends, FASHION - Cheat N Tips | No Comments

00490mAnimal print memang sudah “in” sejak Fall – Winter 06, namun tidak berarti trend ini akan segera menghilang. Trend Animal print ini justru akan semakin berkibar di Spring 07. Kali ini bukan hanya motif standar seperti singa dan zebra yang akan terkenal, melainkan juga snake skin, dalmatian, dll.

Yang sedikit berbeda, kali ini warna yang digunakan bukan saja warna – warna natural, melainkan juga warna – warna buatan, misalnya hot pink, olive, green, lime, yellow, dan lainnya. Tentu saja dengan bertambahnya variasi warna yang ada, akan semakin mempermudah padu padan yang dilakukan, dan pastinya akan terasa lebih menyenangkan untuk dikenakan.

Animal print dengan warna terang akan digunakan bukan hanya pada pakaian, melainkan juga pada sepatu, aksesoris seperti anting, dan juga tas. Salah satu perancang yang bermain dengan Animal Print adalah Diane Von Furstenberg (DVF). Butiknya telah ada di Indonesia, yaitu di Plaza Indonesia, Jakarta. (VC/UT/JKTSP)

Memilih Pakaian Kerja

July 11, 2007 on 7:18 pm | In FASHION - Fashion Foolproof, FASHION - Cheat N Tips, FASHION - Fashion Talks |

Pernah merasakan karyawan atau rekan kerja anda tidak menghormati anda? Atau mungkin sebagian dari mereka tidak yakin dengan keputusan anda? Atau mungkin client anda yang tidak menghormati dan berlaku kurang sopan kepada anda? Mungkin sebagian besar dikarenakan cara anda bersikap atau mengambil keputusan. Tapi pernahkah terpikir oleh anda, mungkin sebagian lagi adalah karena pilihan pakaian yang anda kenakan?

Berpakaianlah sesuai profesi anda.

Pakaian untuk anda yang bekerja sebagai pengacara dan bergerak dari satu ruang sidang ke ruang sidang lainnya tentu berbeda dengan anda yang bekerja sebagai reporter. Atau anda yang bekerja sebagai guru, tentu tidak dapat berpakaian seperti anda yang bekerja sebagai manager restaurant. Maka, berpakaianlah sesuai profesi anda. Sepenting – pentingnya trend yang berlaku, sebebas – bebasnya jiwa fashionista anda, tetap ada aturan main yang berlaku dalam setiap profesi yang anda geluti, termasuk aturan berpakaian.

Bukan berarti anda tidak boleh melanggar aturan yang ada dan bermanuver sesuai keinginan anda, tentu saja boleh, tapi itu dapat anda lakukan setelah anda memahami setiap esensi dari aturan berpakaian yang ada tersebut. Yakinlah bahwa setiap aturan memiliki dasar, dan setiap dasar itu dibuat berdasarkan kepentingan terbaik bagi setiap hal yang diatur tersebut. Tidak ada pengecualian bagi pakaian kerja. Pakaian kerja anda ditentukan begini dan begitu dikarenakan hal – hal itu jauh lebih memudahkan bagi setiap proses kerja anda dan ruang gerak anda.

Setelah memahami itu semua, tentu saja anda dapat melakukan variasi dan memberikan signature style anda sesuai dengan keinginan dan batas – batas yang dapat ditoleransi tentunya (kecuali anda memang sedang mencari alasan untuk berhenti bekerja ;P).

Berpakaianlah sesuai karakter anda.

Jangan paksakan diri anda untuk mengenakan pencil skirt apabila anda merasa tidak nyaman dalam bergerak, dan jangan paksakan anda mengenakan court shoes atau open toe shoes hanya karena itu sedang menjadi trend. Percayalah, pakaian yang nyaman dan sesuai karakter anda, jauh lebih menolong dan berguna daripada pakaian dengan trend yang berlaku tetapi tidak nyaman.

Kita tidak pernah tahu kapan pekerjaan kita akan menuntut fokus tinggi, kapan atasan dan rekan kita menuntut performa yang lebih, atau kapan client kita membutuhkan perhatian dan layanan ekstra tanpa kenal waktu. Pada saat – saat inilah kenyamanan berpakaian anda akan sangat – sangat membantu performa dan efektifitas setiap hal yang anda lakukan. Di saat kepala anda telah terasa panas, dan mungkin emosi anda juga telah naik, tidak perlu memperumit keadaan dengan ketidaknyamanan anda akan pakaian yang anda kenakan bukan?

Namun memang ada kalanya anda harus memaksakan diri untuk mengenakan beberapa pakaian tertentu, terutama saat anda harus membangun karakter dan image anda di mata karyawan, rekan, ataupun client anda. Ada beberapa jenis pakaian yang memang mengharuskan anda secara tidak langsung untuk memiliki attitude dalam mengenakannya, dan ada beberapa jenis lainnya yang membantu anda bersikap formal sepenuhnya, terutama pada saat – saat yang penting dalam hidup anda. Tidak percaya? Coba saja tanyakan pada karyawan atau rekan anda, berbedakah sikap anda pada mereka saat anda mengenakan pakaian formal anda dan saat anda mengenakan pakaian casual anda.

Berpakaianlah sesuai posisi anda.

Percaya atau tidak percaya, suka atau tidak suka, ada peraturan tidak tertulis di setiap kantor, bahwa para atasan tidak ingin karyawannya tampil lebih wah atau lebih hebat dari mereka. Dan karenanya, meski anda fashionista sejati, dan kecuali anda ingin mendapatkan perlakuan yang mengintimidasi dari bos anda, mungkin cukup simpan naluri fashion anda itu untuk akhir pekan dan selama hari kerja, dan biarkan bos anda sedikit menikmati hari – harinya?

Ini juga termasuk, anda harus berpakaian sesuai posisi pekerjaan anda di perusahaan yang anda masuki. Apabila anda berada di level managerial atau executives (dalam makna yang sebenarnya, bukan hanya berupa status sebutan), tentu anda harus menerapkan standar yang lebih tinggi daripada yang anda harapkan untuk diadaptasi oleh bawahan atau rekan anda lainnya. Standar yang lebih tinggi bukan berarti brand atau harga yang lebih mahal, melainkan style dan penampilan yang jauh lebih berkelas dan berwibawa. Dan apabila anda berada di level yang lebih rendah, maka anda minimal harus berusaha mengikuti standard berpakaian sebagaimana yang diterapkan dan diharapkan oleh atasan anda.

Dalam dunia pekerjaan, tata cara berpakaian bukan hanya sebuah masalah mode ataupun sebuah masalah etika, melainkan juga sebuah cara untuk berkomunikasi yang efektif. Cara berpakaian anda mebuktikan seberapa besar komitmen, kepercayaan, dan penghormatan anda terhadap perusahaan, atasan, rekan sejawat, dan client anda. Cara berpakaian anda akan mengkomunikasikan secara langsung visi dan misi dari setiap divisi perusahaan anda, serta memberikan janji visual akan kualitas pekerjaan anda.

Perusahaan – perusahaan besar telah membuktikan semua hal tersebut dan karenanya mereka menaruh perhatian yang sangat besar dalam rancangan seragam perusahaan mereka. Bagaimana dengan perusahaan anda, dan bagaimana dengan anda sendiri? Sudahkan anda merasa puas dengan performa anda selama ini? Jika belum, mungkin anda bisa mencoba menganalisa ulang pakaian kerja anda dan menerapkan apa yang telah anda baca dari artikel ini. (MK/VC/JKTUK/060207)

Fashion Week tries casual elegance for bad economy

September 13, 2008 - 12:30pm
The spring 2009 collection of designer Oscar de la Renta is modeled during Fashion Week in New York, Wednesday Sept. 10, 2008. (AP Photo/Richard Drew)

By SAMANTHA CRITCHELL
AP Fashion Writer

NEW YORK (AP) - Despite all the harem pants and corset tops _ or maybe because of them _ the spring styles previewed at New York Fashion Week received a mostly warm reception given the elephant on the runway: the down economy.

Designers seemed collectively aware of the harsh times at the spring previews that ended Friday, but they had many different approaches for conquering the slump, which has hit the apparel industry hard.

Some big department-store names such as Michael Kors and Tommy Hilfiger promoted optimism with classic American sportswear. Happy, upbeat colors and styles are something retailers look for when customers are pinching pennies.

"They have to make it enticing, it has to be something the customer is going to want to add to her closet," said Ken Downing, senior vice president fashion director for Neiman Marcus.

Even with different road maps, many designers got to the same place. The dominant silhouette was easy and loose, but not messy, with a focus on casual elegance.

That meant many designers turned away from embellishment and frills. Luca Luca's new creative director, Raul Melgoza, offered bustiers and corsets, but also one-shoulder, bias-cut gowns in satin that looked liked liquid silver.

"There's a fine line of economics," he said. "I'm using luxurious fabrics but a lot less embellishment, which is very expensive to do. I'm not doing it only as a cost-cutting measure, but it doesn't hurt."

Others took the opposite approach. If you're going to spend $6,000, after all, the dress had better be special. Neither Carolina Herrera nor Oscar de la Renta pulled back on the luxurious handiwork they've made their names on.

"Last season there seemed to be a direct impact _ a lot of gray, banker's strips _ that all seemed to be directly impacted by all the thoughts of the economy," said Jayne Mountford, vice president of trend reporting for Stylesight, a fashion-forecasting company.

"But for spring, people are coming away from that. Designers feel they have to make very special pieces so if someone is going to spend a lot of money, they're going to get a show-stopper."

Donna Karan and Vera Wang stuck with looks that jibed with their desire to provide strong and sexy clothes to women; Ralph Lauren toned down the glitz but not the glamour, while Franciso Costa, the head designer for Calvin Klein, went with a high-concept artful look.

Narciso Rodgriguez courted a hard-core customer with a Ninja death-star print. Marc Jacobs shook up an early 20th century look in a kaleidoscope.

There were two strong palettes of the season, both rooted at the beach: natural sand colors and tropical brights, including the blue hues of the ocean.

"We love the color, we always look for color," said Downing. "We are loving the floral prints, they really speak to our customer."

Mountford, the trend analyst, identified the muse of the season as the ethereal type who loves layers. She's not so angelic, though, as she also wears toughened-up accessories. Top fashion editors were already wearing that look by the week's end, Mountford noted, stomping around in studded, lace-up high heels with their dresses.

Dresses have been the big story for several seasons, and for spring a draped, easy cut is a must-have, said Suze Yalof Schwartz, executive fashion editor at large for Glamour magazine.

"There's a return to ease and clothes you feel good in," she said "Clothes are loose but it's not about volume. This look won't overwhelm."

The Casual Banker: In Fashion Shift, J. P. Morgan Dresses Down

J.P. Morgan & Company, bastion of the old way of doing things, has surrendered. One of the world's most formal institutions has opted to jettison the business suit as a required form of dress. Henceforth, every day is casual day at the mighty Morgan.

At the beginning of February, departmental heads at the firm's headquarters at 60 Wall Street began distributing memos to their staffs announcing the new dress policy: Effective immediately, employees would now be permitted to dress "business appropriate" five days a week. Oh, yes, they'll be expected to have a suit handy, just in case, but from now on they'll be allowed to show up for work dressed like their ideal clients, the open-collared technology entrepreneurs who have all the prospects and most of the money.

For once, the firm was ahead of the curve. While many of its competitors have experimented in recent years with casual Fridays and dress-down summers, none of the big investment banks have gone full-time casual. Now J.P. Morgan, eager to stem a tide of defections to dot-com startups and buy-side investment boutiques, has thrown a bone to its young employees and sent a signal to prospective clients: J.P. Morgan is hip.

Inside and outside the firm, the news inspired a host of reactions-relief, surprise, disgust. "That's ridiculous," said one competitor.

"It shows how desperate they are," said a banker at a rival firm, who still wears a suit to work. "You don't walk into J.P. Morgan looking for a guy in chinos."

A former Morgan employee summed it up simply: "What are the firms you would absolutely expect not to change? I would say that J.P. Morgan's at the top of the list."

But change it has, and the firm's investment bankers will simply have to adapt, broadening their fashion horizons to meet the demands of a work environment that, dress-wise, may become something of a free-for-all. Firms like Merrill Lynch & Company and Donaldson, Lufkin & Jenrette Inc. are already fully casual in certain departments (though not their investment banks). Other firms like Deutsche Bank A.G. and Goldman Sachs & Company have instituted casual Fridays and summers. The experience at these and other places suggest that the Wall Street is lurching into a fashion disaster, as armies of young men in golf shirts, tight khakis and Topsiders march around lower Manhattan, profaning the towers of granite, glass and steel around them.

The shedding of the business suit further erodes the boundaries between Wall Street and the rest of the world. As on-line brokerages have flourished, as the Internet has opened up the formerly arcane secrets of the Street to the investing public, the guys in the temple have ceased to be the high priests. So they are shedding their robes. If the suits aren't wearing suits, what will we call them?

Couch-Potato Friday

"The big problem is that nobody knows what casual means in specific terms," said G. Bruce Boyer, the men's fashion editor of Quest magazine and the author of several books on the topic. "A couple of years ago when this started, the boss thought it would be good to promote camaraderie and to make life easier for his workers, so he said, 'Starting next week, we're going to have a casual-Friday dress-down.' And the next Friday some of the guys came in with, you know, cutoffs and flip-flops, and the boss was in a cashmere blazer and silk Polo shirt, and he looked at them and said, 'What the hell are you doing? I said casual!'"

"Men love to make sure they don't look like fools; this is the most important thing for men's clothes," said Anne Hollander, a "scholar of dress" who wrote Sex and Suits , a history of professional wear. "You don't have to look sexy, but you do have to look right for the occasion. The only people who don't mind looking stupid are performers and people who have no power, and they can play with interesting, jolly stuff that makes them look like a fool. But this is not how your standard male person wishes to operate in the world."

"To adapt themselves to some new thing tends to make them feel very resentful and resistant," Ms. Hollander went on. "Now casual clothing is going to allow everyone to think they're being liberated, but they're all being imprisoned in a different set of rules."

Uniformity will eventually prevail. The trading desks where the casual-attire rule has been in place for a while already resemble Dockers commercials. While the bankers signing off on the idea may have envisioned cashmere blazers and gray flannels, they're getting the Gap instead. Executives' legs may no longer feel scratchy, but the belts will still feel tight.

"People have taken this dress-down Friday thing and turned it into couch-potato Friday," said Paul Wilmot, a public relations executive. "These people just look terrible."

Indeed, Wall Streeters-especially the ones still wearing suits, who have nothing to worry about yet-can vouch for the lousy taste of their casually wardrobed colleagues. "Certain departments that really aren't as client-focused have gone casual Fridays, and we are talking about people who basically take it way too far," said a 24-year-old analyst at an old-fashioned corporate bank. "They're wearing sweats. Like, maternity gear."

"I think it depends on the level," said a Merrill Lynch investment banker in his early 30's. "When you're a really junior person, you have no money, and then your casual wardrobe isn't as expensive. So with analysts, it's a little sketchy. You see people in jeans, and in my opinion that's inappropriate. And I think the secretaries, sometimes, don't really dress the way the firm would like them to dress." The banker was dressed in standard business casual attire: slacks, blazer, black Johnston & Murphy lace-up shoes and a "kicking Armani shirt" (no undershirt).

The transition into casual wear is not any easier for women. "You'd get, like, long skirts, with, like, a t-shirt," said Kate Hartwell, 24, who worked for two years as an analyst at Merrill. "It was weird, what the women would wear. I would always just wear a sweater and pants." She recalled one male colleague who got it right. "He always wore this horrendous tie clip. But on casual day, he didn't wear the tie clip."

Despite firms' attempts to offer guidelines for newly casual conference rooms and trading floors, the problem with dressing down is that there are so many options. The standard uniform has always been simple, despite variations according to taste and cost: two-piece suit, conservative dress shirt, conservative tie, black belt, black socks over the calf (intended to shield skin from view, even when legs were crossed), and black or dark brown shoes. It was a formula that worked and, what's more, it was flattering.

"The suit looks so good on everybody fat, and so good on everybody skinny, and so good on everybody who never worked out," said Ms. Hollander. "I mean, it was always just a magnificent sort of idealization of your body, without the pain every time you got dressed. You wear a thing that hides the uneasy relationship between your top and your bottom, if there is one. A harmonizing effect was possible with suits."

The simplicity, according to Mr. Boyer, was "what was great about getting dressed 50 years ago."

Naturally, the basic ensemble has its accessories, which vary according to rank-cufflinks, for instance, which an investment banker tends not to wear until he became an associate. Or suspenders, reserved for vice presidents, back-office lackeys or showboats, along with bow ties, loud colors and other attention-grabbing accouterments not appropriate for the junior staff. "You don't want to bring attention to yourself," said a 25-year-old analyst who worked at J. P. Morgan for several summers. "Because, inevitably, everyone says, 'Who does he think he is?' If you're a big swinging dick, it's perfectly fine. But if you just started, it doesn't cast you in the right light."

Still, there have always been levelers. What would Wall Street be without the Goldtoe sock? The Goldtoe, a nearly knee-high, yellow-toed dark sock with elastic so tight that it has a depilatory effect on a man's leg, is the official sock of the Street. "It stays up, almost to the point of pain," said the corporate finance analyst. "Older men on Wall Street have no leg hair below the knee-because there's been no blood to the hair. When I wear my Goldtoes with khakis, it's just kind of weird. It feels like I'm wearing pantyhose." And wearing pantyhose is not conducive to mastering one's universe-if one is a man.

What Would Pierpont Do?

The need for more casual gear is not lost on high-end clothiers, many of whom have expanded their dress-down departments. George Longoria, assistant store manager of the Brooks Brothers financial-district shop, said that almost every week he hears of companies toning down their dress policies. "It has really helped guide our business down here," he said. "We just renovated our store, going on about six to eight months ago, and expanded our casual wear. As a company, that's our biggest expanding department." Brooks Brothers also runs seminars for companies helping them to figure out how to do the casual thing.

Michael Ostrove, the general merchandise manager of Paul Stuart Inc., pointed out that while sales of suits had been flat in the last year or two, "sport jackets [are] in double-digit-percentage growth … at least three or four seasons going strong now, more than double-digit. Same thing with sport shirts, and knitwear, and sweaters … but with the suits, it's definitely a trick to hold the line."

The line is eroding, as Silicon Valley sets the tone for business practice and culture in the new century. Wall Street is now forced to cater to them, rather than the other way around.

Kristin Lemkau, a spokesman for J.P. Morgan, said the firm's new dress-down policy had a lot to do with employee input. "The idea of business-appropriate really gained momentum internally and was well accepted by both our employees and our clients," she said. "With some employees, it's actually an advantage not to wear a suit."

"There's something happening here, which is certainly related to the West Coast, but it may also be related to some subtle alteration of the generation which is now in their 20's and 30's," said Samuel Hayes, a professor emeritus of the Harvard Business School and investment banking scholar. "They are not just interested in business as a career. They want to have a quality of life which doesn't have to be postponed until they reach the top, and there may be some kind of subtle signal that's being transmitted in that shift."

Mr. Hayes was surprised that J.P. Morgan, of all places, would go casual. He recalled the firm's founder, the legendarily gruff and formal J. Pierpont Morgan. "I've never seen a picture of him where he didn't have a tie on," he said. "Even when he was on his yacht, or in his gardens. He was always dressed to the nines."