Sabtu, 13 September 2008

Profesi Model
Antara Menjanjikan dan Sulit ”Dijual”

JAKARTA – Usai melalui tahapan audisi melelahkan di antara 2.170 model sejak awal Mei lalu, kini telah terjaring 23 model yang lolos dari tujuh kota yakni Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Semarang, dan Yogyakarta. Mereka sepenuhnya siap untuk mengikuti babak pra-eliminasi pemilihan Indonesian Model yang diprakarsai Indosiar.
Ke-23 calon finalis itu adalah Mona Lesa, Nike Kusmarini, dan Mungki Chrisna Wardhani (Semarang); Dilla Elvani Diary Lubis, Zarina, dan Melda (Medan); Gita Aprilia, Eryanti Mujiwati, dan Christina Borries (Bandung); Lindi Cistia Prabha, Brigitta Retno Styowati, dan Dian Octasari (Yogyakarta); Shelly Priscilia, Annisa Dwitya, Erina Widia Heranti, Amalia Rositawati, dan Ovy Wulan (Jakarta); Nicoline Patricia Malina, Artri Aldoranti Sulistyawati, dan Elies Sukirawati (Surabaya); Putu Kusuma Ekayanti, AA Ratih Permanasari, dan Ida Ayu Suwasti (Bali).
Mereka akan mengikuti babak pra-eliminasi yang diselenggarakan pada 6 Juni dan 13 Juni mendatang, dan telah memenuhi syarat calon model yakni wanita lajang berusia 18—23 tahun, bertinggi minimal 170 cm, sehat jasmani dan rohani serta bersedia mengikuti pendidikan non-stop selama 70 hari.
Ke-23 calon model terpilih berhasil lolos dari penjurian pelaksana audisi yang melibatkan para model profesional, mantan peragawati, koreografer, perancang busana, fashion stylist, dan psikolog. Deretan juri tersebut antara lain Kintan Oemari, Ira Duati, Andreas Munjir, Koming, Chossy Latu, Itang Yunasz, Soraya Haque, dan Sarita. Hasil penjurian dilihat dari penampilan mereka di atas pentas runway, ekspresi, cara pembawaan kostum, hingga cara berjalan.
Dari situ nantinya akan terpilih 18 model yang bisa mengikuti jalur pendidikan Indonesian Model. Sebelum segala tahapan terlaksana akan diadakan terlebih dulu Grand Launching Indonesian Model Show yang ditayangkan langsung dari Jakarta Covention Center, Minggu (30/5) mulai pukul 19.00 WIB. Untuk selanjutnya, Indonesian Model Show segera ditayangkan langsung setiap hari Minggu malam (19.00-20.00 WIB) dari Dome Lippo Karawachi.
Ke-18 model tersebut nantinya akan mengikuti pendidikan selama 70 hari di bawah para instruktur profesional seperti Itang Yunasz (tata busana), Mathias Muchus (akting), Minati Atmanegara (olah tubuh), Denny Malik (koreografi), Nadya C Dewi (bahasa Inggris), Okky Asokawati (kepribadian), Ellen Tendean Habsjah (teknik jalan), Sonny Muchlison (fashion stylist, photo modeling), Chossy Latu (tata busana, pengetahuan mode), dan Indayati Oetomo (public speaking).

Tidak Hanya Cari Model
Dengan slogan ”Lebih dari Sekadar Model” mereka diharapkan tidak hanya menjadi seorang model ternama tetapi juga dapat menjadi entertainer, seperti presenter, bintang sinetron, foto model dan lainnya. ”Kami tidak hanya mencari model, karena bisa dikontrak sebagai image product tertentu, peragaan busana, termasuk tentu saja bintang sinetron dan presenter,” dijelaskan manajer divisi program Indosiar, Triyandi Suryatman.
Tentang pilihan model yang hanya perempuan, Triyandi mengaku melihat dari pasar dan kuantitas yang umumnya adalah perempuan. ”Mungkin dalam waktu mendatang ada laki-laki,” hiburnya. Ditambahkannya, program tayangan Indonesian Model sebagai format yang tersendiri, atau orisinal hak milik Indosiar.
Sistem pemilihan Indonesian Model terbilang ketat, karena dari 18 model yang lulus mengikuti pendidikan akan disaring lagi menjadi 10 besar. Tahap penyeleksian akan ditentukan oleh para juri sejumlah lima orang. Sesudah itu, 10 model ditentukan vonis eliminasinya pada pemirsa Indosiar melalui pesan singkat SMS. Model yang mendapat dukungan terkecil, otomatis akan tereliminasi. Tahap berikutnya akan dipilih hanya lima model yang masuk ke Grand Final Indonesian Model, yang kemungkinan digelar pada 15 Agustus 2004.
Slogan ”Lebih dari Sekadar Model” terbilang pantas diajukan Indosiar melihat kemungkinan kendala karier model Indonesia yang masih sulit dijual. Atau, seperti dikatakan Brigitta Maria (John Casablancas Modeling Career Center) pada talk show ”Kiat Menjadi Model Internasional” dalam rangkaian program ”Jakarta Fashion & Food Festival 2004” (JFFF) di Hotel Nikko baru-baru ini: ”Model asing ternyata lebih matang dan bertanggung jawab. Yang penting bagi model memang bukan ego terhadap baju, karena harus menawarkan keindahan baju.”
Mungkin di Indonesia belum ada kesiapan profesi model sebagai pekerjaan, prediksi Brigitta. Disarankannya, model harus bisa merawat kecantikan, kebugaran dan disiplin. ”Mereka harus punya portofolio tersendiri. Kualitas terpenting adalah kekuatan karakter,” sambungnya.
Perancang busana Musa Widyatmodjo di kesempatan serupa, menyinggung kesiapan model dengan portofolio, yang mencakup foto-foto karier, foto close-up yang memperlihatkan keindahan seluruh struktur wajah, tinggi badan, lingkar dada, warna mata dan rambut, dan lain-lain.

Menjanjikan
Noni, model senior yang juga pimpinan Pose Model Talent, bercerita ihwal pengalaman awal selaku peragawati. Dianggapnya, awal kariernya dipenuhi tawaran yang selalu bertolak belakang. ”Tapi kemudian malah menjanjikan,” ucapnya gembira.
Kini, pujinya, banyak model potensial. Namun, tambahnya, mereka perlu pendidikan khusus agar bisa diarahkan secara singkat.
”Sebagai model perlu proses, kerja tim, dan penuh toleran, karena kebutuhan model adalah berdedikasi tinggi dan bisa dipertanggungkan,” sambung Noni.
Acara tersebut juga mendatangkan tiga top model Cina, Zhang Jun (178 cm), Wanda Wei (178 cm), Wang Yen (178 cm) dan Feng Lei (laki-laki, 190 cm) sebagai pembicara tamu. Mereka umumnya menceritakan pengalaman edukasi awal untuk menjadi model. Dari berdiri berlama-lama bagaikan balerina (untuk jaga keseimbangan tubuh) hingga bersepatu tumit tinggi (10 cm) sambil berputar-putar ke kiri dan ke kanan masing-masing sebanyak 1.000 kali.
Hal lain yang penting adalah pembentukan karakter personalitas, senyum cantik, berenang, tidur cukup, menjaga kualitas makanan yang seimbang, dan program diet. (jjs)

Manusia Diganti Robot, Dimulai Dari Peragawati
THURSDAY, 24 JULY 2008
Total View : 363 kali

Jepang yang dikenal dengan industri robotnya kembali membuat berita dengan menciptakan robot humanoid (layaknya manusia) yang berperan sebagai peragawati.

Robot buatan institut riset dari Organisasi Industri Riset Baru di Kobe itu bisa menirukan gerak-gerik seorang peragawati yang sedang bergaya di atas catwalk, demikian menurut Kyodo di Tokyo, Selasa.

Dengan postur setinggi 160 cm, "gadis model" itu bisa berlenggak-lenggok persis seperti peragawati, mulai dari
gaya berjalan, menggerakkan kepala, lengan, pinggang, hingga bagian tubuh lainnya.

Menurut para perancangnya, robot peragawati itu bisa dipamerkan untuk kegiatan "fashion show" ataupun acara promosi lainnya.

Robot tersebut kini masih memerlukan tahapan akhir berupa bentukan wajah dan lapisan kulit untuk membalut kerangka besi dan kabel-kabel yang melingkupinya.

Kulit penutupnya juga akan dibuat menyerupai kulit manusia, sehingga betul-betul terlihat seperti seorang gadis model yang cantik, tentu saja dengan membuat wajah bak seorang peragawati terkenal.

Jepang juga mendapat julukan "kerajaan robot" karena tidak henti-hentinya bereksperimen mengembangkan beraragam jenis robot, mulai dari "Asimo" buatan Honda, yang bisa bertingkah laku seperti manusia umumnya (menari, berjalan, dan berlari) hingga robot yang bisa menjadi asisten dokter.

Industri robot Jepang kini cenderung mengembangkan jenis robot yang bisa menjadi pelayan, mengingat semakin bertambahnya kelompok masyarakat jompo di Jepang.

Sepertinya, kedepan nanti manusia harus bersaing keras untuk mendapat pekerjaan dengan robot.

Sumber : antara/VM

Syarat jadi model?

gimana caranya?
ada beasiswa gag?
syarat yang layak jadi model adalah orang yang berpenampilan menarik, seksi(alternatif), mudah bergaul, menguasai bidang yang ditekuninya, tidak mudah menyerah dgn segala rintangan, kalo cewe yang pasti cantik donk.
tidak lupa juga harus berparas menawan dan anggun, cantik (alternatif). mungkin itu aja bro>>>///// ok.
Hai,

a. anda harus membuat foto-foto cover anda sendiri, biasanya anda datangi seorang photo grapher, dia akan membuat sessi foto untuk anda dari berbagai model.

b. dengan foto-foto ini anda datangi sebuah '' agency '' yg special mencari seorang model untuk majalah atau mode show.

mereka akan melihat dan men-test anda, bagaimana kwalitas anda baik dilihat dari tubuh anda dan kecerdasan anda.

kalau anda berhasil, maka anda akan dibuatkan kontrak kerja dengan agency tsb.
dengan demikian anda akan memulai karier anda sebagai foto model atau sebagai model

mengenai bea siswa !, saya kurang mengetahuinya.

terimakasih
Model ada bermacam-macam jenisnya. Ada model buat iklan, model buat pemotretan di majalah saja, atau model sekaligus peragawati. Kamu maunya jadi model apa?
Dari segi fisik, kalau buat model iklan atau pemotretan di majalah saja, tinggi bisa minimum 165 cm (atau kalau buat iklan ada yang lebih pendek juga tidak apa-apa tergantung konsep pembuatan iklan itu sendiri), gigi rapi putih bersih, rambut sehat, kulit wajah dan badan sehat dan halus. Itu syarat mutlak.
Tapi kalau mau jadi model sekaligus peragawati syarat mutlaknya tinggi minimum harus 170 cm dan kurus tanpa lemak dengan bahu yang bagus. Sebab peragawati itu kan ibaratnya kapstok (manekin) yang berjalan alias kayak gantungan baju gitu lho. Jadi semua baju harus 'tergantung' dengan sempurna. Plus, kulit wajah dan tubuh yang bersih, halus, terawat.
Selain fisik, yang juga mutlak adalah attitude atau pembawaan diri. Biasanya, para stylist, fotografer atau editor mode/kecantikan, senang dengan model yang baik hati, ramah (tidak menjilat lhoo...kita bisa tahu mana yang pura-pura baik), dan pintar! Pintar itu wajib, agar si model bisa berpose dan 'menjiwai' baju yang dipakainya, sesuai keinginan stylist/fotografer. Bila model pintar, auranya akan keluar dan hasil foto akan lebih baik.
Sampai saat ini belum ada sejarah pemberian beasiswa untuk model. Kalau kamu memenuhi persyaratan di atas, tinggal bikin foto-foto diri (istilahnya, composit) berisi foto close up, setengah badan dan seluruh badan. Lalu, kirim ke agency2 model yang ada di Jakarta atau kota kamu tinggal. Gak perlu bayar kok untuk masuk ke suatu agency. Kalau kamu memang sesuai dengan ciri2 model yang mereka butuhkan, kamu akan diberi job lewat mereka.
Cara lain yang gampang, ikut pemilihan model search seperti pemilihan Wajah Femina :) Good luck


Awal Karir : Menjadi Model
nurulmodel_01
Masa remaja adalah masa yang penuh 'nuansa'. Karena pada masa remaja ini banyak hal yang ingin dicoba dan banyak hal yang menjadi kenangan kemudian.

Seperti layaknya remaja lain yang aktif dan kreatif, Nurul juga mengikuti berbagai kegiatan untuk mengisi waktu luangnya. Suatu hari, di bulan puasa, sehabis salat dan mendengar ceramah subuh di mesjid Agung, dekat alun-alun Bandung, Nurul hendak berjalan pulang bersama teman-temannya. Langkah mereka terhenti untuk melihat poster pemilihan gadis logo. Teman-temannya menyuruh Nurul ikut. Tapi ia tidak tertarik karena merasa tidak cantik. Tapi karena terus dipaksa akhirnya ia mau juga.

Syarat ikut kegiatan lomba itu ternyata peserta harus beli kaus bermerek logo. Kemudian peserta dipotret dengan kaus itu. Nurul-pun mengikuti prosedural itu. Hasilnya, tak disangka ia masuk final.

"Rasanya surprise banget," kata Nurul mengingat perasaannya ketika itu
Jadilah Nurul Qomaril Arifin, yang lebih sering disingkat Nurul Arifin juara pertama dan menjadi " Gadis Logo ". Itulah momentum keterlibatannya dalam dunia model dan peragawati. Dan berhubung hadiah menjadi "Gadis Logo" adalah masuk agency model untuk belajar 'jalan' di atas panggung, maka jalan menuju dunia model dan peragawati semakin terbentang. Selanjutnya Nurul mulai sibuk dengan aktivitas barunya sebagai model; mulai di potret untuk kalender; dan belakangan jadi peragawati.

Menjadi Bintang Film
nurulbintangfilm
Mesjid Agung yang terletak dekat alun-alun kota Bandung ternyata punya kenangan tersendiri bagi Nurul. Karena suatu hari, sepulang dari acara mengaji karena mengikuti pesantren kilat di mesjid agung Bandung, Nurul juga menemukan hal baru yang pada akhirnya nanti mengubah jalan hidupnya.

Nurul yang waktu itu baru kelas dua SMA bersama teman-temannya pergi menonton acara fashion show. Di tempat itu ia membaca pengumuman yang intinya mencari calon bintang dari kota Bandung untuk suatu film yang akan digarap. Tanpa pikir panjang, gadis yang sudah mulai percaya diri karena kegiatan modellingnya itu kemudian mendaftar. Bersama lima orang lainnya, ia kemudian di test. Ternyata hanya Nurul yang lulus. Tapi meskipun Nurul sudah bisa main film, tapi izin dari keluarganya ternyata harus diperjuangkan lebih dulu. Sang Papi tidak setuju, karena kebetulan beliau sangat religius. Sementara Sang ibu tidak keberatan Nurul terjun ke film. Untuk meyakinkan kedua orangtuanya, Nurul memberikan janji bahwa ia akan menjaga dirinya dan yakin ia bisa eksis serta berhasil.

"Jadilah orang yang berhasil kalau itu sudah keputusanmu," begitu kata papinya akhirnya memberi restu. Dan jadilah ia main di film pertamanya "Hati Yang Perawan" arahan sutradara Chaerul Umam. Film yang jadi langkah start -nya di dunia film.

Benar saja, setelah film pertamanya, banyak tawaran film masuk. Nurul Arifin dinilai mampu bermain bagus dan sangat natural. Tapi Nurul menolaknya karena kegiatan shooting rata-rata di Jakarta, sementara ia harus menyelesaikan SMA-nya dulu. Mengherankan juga sikap seperti itu sudah dipunyai siswa kelas dua SMA. Kebanyakan remaja biasanya tidak akan membuang kesempatan. Sikapnya itu terlihat sangat dewasa. Ia sudah bisa memutuskan apa yang lebih penting bagi hidupnya. Barulah ketika ia sudah lulus dan gagal sipenmaru dua kali, Nurul melamar untuk main film lagi. Ia sudah memutuskan untuk menekuni dunia film.

" Saya mau cari duit dulu, " katanya mantap.

Sutradara dan produser film yang memang sudah 'mengincer' Nurul sejak film pertamanya segera menyambut.

Film berikutnya seperti Naga Bonar, Nurul bermain gemilang. Namanya pun langsung melambung. Tak disangka jika gadis penyuka 'makanan apa saja' ini mampu mengikuti ritme dunia film yang penuh tantangan. Bagaimana tidak, dengan disiplin tinggi, Nurul rela melalui masa-masa pertamanya dalam menjalani profesinya sebagai bintang film dengan mondar-mandir Jakarta Bandung . Kadang ia harus rela untuk terkantuk-kantuk jika pagi buta harus berangkat dari Bandung naik kereta api menuju Jakarta dan malamnya pulang lagi ke Bandung.

Kenapa Mau Jadi Artis?
Kenapa mau jadi artis ? Dunia artis, atau dunia film yang dijalaninya menurut Nurul sangat menarik. " Saya bekerja dengan orang yang berbeda-beda, cerita yang berganti-ganti dan lokasi yang berpindah-pindah. Ini saja sudah merupakan keasyikan tersendiri yang tidak dapat ditemui di profesi lain," katanya dengan mata berbinar-binar.

" Lagipula saya memang kurang suka kerja di belakang meja. O, ya honor film lumayan loh. Sementara itu popularitas sudah pasti didapat. Dan ternyata….. bakat saya lumayan di bidang ini", tambahnya mantap.

Dengan segala kelebihan yang dibicarakan Nurul rasanya memang pantas ia memilih dunia film sebagai karirnya. Tapi sebetulnya apa sih cita-citanya semula ?

Ternyata cita-cita Nurul awalnya adalah ingin jadi ahli hukum. Tapi karena sejak kecil sering diajak papinya menghadiri rapat-rapat politik mengakibatkan minatnya di dunia politik cukup besar. Nurul mengaku senang mengikuti perkembangan politik. Tapi baru batas mengamati. Belum terpikir untuk terjun ke politik praktis seperti ikutan menjadi aktivis parpol. Saat ini cukup jadi artis yang senang mengamati dunia politik dulu. Tapi yang jelas ia sudah mengambil ilmunya dengan kuliah di FISIP Universitas Indonesia jurusan Ilmu Politik. Cukup serius'kan ?!

Si Sexy yang Suka Baju Minim

Bicara soal Nurul, mungkin tak akan dilupakan pembicaraan soal pakaiannya yang sexy dan serba minim. Meski sering mengaku tidak merasa cantik, Nurul Arifin menyadari betul keindahan tubuhnya. Karena faktor kebetulan itu, tanpa berniat untuk mengeksploitasinya, Si Sexy yang selalu ingin mengekspresikan kebebasan dan kewajaran jiwanya dengan memilih pakaian-pakaian casual dengan model sensual, yang sangat disukainya.

Hasilnya yang terlihat adalah si sexy Nurul Arifin identik dengan baju minim. Nurul sendiri tidak terlalu memusingkan komentar orang terhadap penampilannya. Ia punya prinsip bahwa dengan mengekspresikan apa yang sesuai dengan jiwanya maka ia merasa jauh dari kemunafikan atau ketidakjujuran. Karena ia memang tidak suka.

Menjadi Bintang Laris
nurullaris
Meski dinobatkan menjadi artis terlaris tahun 1989, Nurul Arifin 'tidak sekedar' main dalam film-filmnya. Kita bisa lihat dalam lima kali festival film Indonesia, Nurul menjadi nominator untuk peran-peran unggulan. Hal itu membuktikan bahwa dalam setiap filmnya, entah yang kelas komersial ataupun yang kelas bermutu, Nurul berusaha bermain sebaik mungkin.

Tawaran film yang terus berdatangan tidak membuat ia lupa belajar untuk meningkatkan kemampuan aktingnya. Sikap inilah yang jarang dimiliki oleh artis yang kebetulan sedang naik daun. Kebanyakan mereka karena terlalu 'laris' jadi lupa untuk memperbaiki kemampuan aktingnya. Maka tak aneh jika bintang-bintang seperti itu segera pudar karena tidak memiliki kemampuan berakting. Jadilah mereka bintang yang sekedar numpang lewat. Berada diatas, jatuh dan terlupakan. Nurul menyadari sekali hal tersebut bisa terjadi padanya jika ia tidak mau belajar.

" Kesadaran itu timbul dari diri saya sendiri dan dari dorongan orang-orang yang berharap bahwa saya akan menjadi seorang pemain yang baik. Saya sudah terlanjur dibilang sebagai pemain berbakat, terutama setelah mereka nonton Nagabonar. Oleh karena itu, saya belajar secara otodidak di lapangan. Saya menonton film orang lain dari pemain yang bagus. Saya banyak berdiskusi dengan sutradara. Dan saya banyak membaca buku yang berkaitan dengan akting".

Nurul yang kebetulan punya hobby nonton dan membaca jadi tidak punya kesulitan untuk kegiatan belajar otodidaknya itu.
Karenanya tidak heran jika Nurul Arifin mampu menjadi nominator FFI untuk peran-peran unggulan sekaligus dinyatakan sebagai artis terlaris. Klop'kan, dari segi mutu dan komersialnya ?

Karenina Maria Anderson

Karenina Maria Anderson lahir di Jakarta pada tanggal 28 Februari 1983. Karenina adalah seorang model, peragawati, dan pemain film. Nina, demikian biasa disapa, mengawali karir dari dunia model sejak usia 12 tahun. Nina sejak kecil telah menunjukkan bakatnya. Hal itu terlihat dari kebiasaannya berlenggak-lenggok di depan cermin dan kegemarannya difoto.

Perancang busana Adji Notonegoro yang pertama mencium bakat Nina. Saat Adji ingin memamerkan gaun-gaun rancangan terbarunya, Adji mengajak Nina menjadi modelnya. Dari situlah awal karir profesional Karenina. Tidak hanya sebagai model dan peragawati, ia juga sukses menjadi bintang iklan beberapa produk kenamaan, serta menjadi model video klip.

Popularitasnya di dunia model, membuat Nina mendapat tawaran untuk berakting. Film Jomblo menjadi debut filmnya. Meski hanya sebagai cameo, aktingnya menarik perhatian sutradara Jeremias Nyangoen sehingga mengajak Nina untuk bermain dalam filmnya, I Love You, Om. Dalam film tersebut Nina berperan sebagai seorang model bernama Nayla yang jatuh terperosok menjadi 'penikmat' lesbian.

Karenina juga memiliki bisnis butik dengan label Nyu Nyu.

Filmografi

Jurus Jadi Model Profesional

Berminat terjun di dunia modeling? Agar tak salah langkah, sebaiknya Anda membekali diri dengan pengetahuan seputar dunia yang satu ini.

Atau, dapat pula menyimak tips dan kiat dari para mantan model, seperti yang dilakukan oleh salah satu mantan top model Indonesia, Ratih Sanggarwati, yang punya pengalaman di dunia model internasional tahun 92-97.

Lewat bukunya Kiat Menjadi Model Profesional yang dikerjakannya selama enam tahun, Ratih berbagi pengalaman tentang kiat menjadi peragawati pofesional. Salah satunya mengulas syarat-syarat menjadi model profesional, antara lain:

Fisik Memadai
Penuhi standar fisik seorang model. Kemudian, temukan kualitas fisik terbaik yang ada pada diri Anda. Misalnya, kaki. Kelebihan tersebut akan menjadi image yang menentukan kualitas Anda kelak.

Siap Mental
Dunia model adalah dunia yang dinamis. Namun, dengan kematangan mental, Anda pun akan bersikap lebih dewasa. Menjadi sorotan media, dipuja-puji dan menjadi terkenal adalah hal biasa. Tetapi, siap mengantisipasi bahkan menanggung akibat buruk dari risiko pekerjaan, baru luar biasa.

Totalitas
Tidak setengah-setengah. Jika Anda sudah memilih menjadi model sebagai profesi , bersikap dan berbuatlah sepatutnya. Cari tahu ruang lingkup kerja model dan tanggung jawabnya. Termasuk, perlengkapan model yang harus dimiliki seorang model, seperti sepatu, tas, body suit atau stocking. Hargailah semua hal tersebut, karena memang Anda mencari penghasilan dari pekerjaan model itu sendiri.

source : http://www.tabloidnova.com/

Kamis, 11 September 2008

Model Indonesia
Model Indonesia Network

ImageImage

MODEL INDONESIA Hadir untuk memenuhi keinginan anda yang serius terjun didunia ENTERTAINMENT. kami akan membantu,mensupport anda untuk dapat meraih keinginan anda sebagai Model,Aktor,Aktris dan Presenter.Mari bergabung bersama kami bersama MODEL INDONESIA.

MODEL INDONESIA Online akan berusaha tampil 24 (dua pulah empat jam) , 7 (tujuh) hari dalam satu minggu dalam mempublikasikan diri anda. Hal ini terkait dengan masa promosi yang kami lakukan dalam 1 tahun ke depan. YANG PASTI mimpi yang selama ini anda dambakan bukan hanya sekedar mimpi. Tapi mimpi yang menjadi kenyataan. Semoga media online ini dapat bermanfaat bagi anda yang memang memilih jalur menjadi seorang bintang.

Image

PARIS AIS - MALAYSIA

Image

Image

Image